Send As SMS
Send As SMS

Tuesday, September 11, 2007

Berlatih koq tak selesai-selesai…!!!



Ramadhan tinggal menghitung menit, pesan-pesan moral hampir semuanya klise….bulan ramadhan bulan menempa diri, bulan rekonstruksi dan bulan berlatih meningkatkan keimanan, ketakwaan dan kepekaan ruhani. Ungkapan terakhir ini memang klise tapi begitulah yang kita dengar dari tahun ke tahun…

Dalam sebuah pertemuan kecil dengan ananda, malah menjadi bahan renungan bagiku, aku terkejut dan sekaligus merasa bangga dengan pemikiran anakku…

“ Ibu, kenapa orang2 selalu bilang kalo shaum di bulan ramadhan untuk berlatih?”
“Emangnya berlatih apa gitu, Bu?””Ya berlatih keimanan, ketaatan dan kesabaran dalam menahan lapar n haus”
anakku tampak bingung
“ Sampai kapan kita berlatih ketaatan, keimanan dan kesabaran?”
“ Ya selamanya tidak hanya di ramadhan tapi seterusnya kita harus terus berlatih”
Aku merasa puas telah menjelaskan pada anakku, tapi anakku…
“ Tapi sampai kapan berlatihnya, koq tiap tahun berlatih aja…, tahun kemaren pun ibu bilang shaum ramadhan untuk berlatih tahun sekarang pun untuk berlatih, emangnya…orang dewasa kalo berlatih tidak ada selesainya?? Kapan mulainya jadi orang sabar, taqwa dan taat?????? Koq berlatih melulu…. ”
h@...$$hu....%%&@#$%^..................
Nah loh……………………….

Dalam otak anakku seharusnya orang tua seperti kita harus sudah berhenti berlatih…..seharus kita sudah mulai menjadi manusia-manusia yang taat, taqwa dan sabar…, menurutnya mungkin berlatih seperti halnya berlatih sepeda…kalau sudah bisa bersepeda bukan lagi berlatih sepeda tapi….harus sudah pintar bermain bersepeda, malakukan atraksi-atraksi yang lebih menantang.

Tak sepenuhnya salah pemikiran anakku, coba kita renungi kilas balik hidup kita, apa ada peningkatan yang lebih baik dari tahun ke tahun??kalau mengukur sudah berapa ayat Al Qur’an yang sudah kita hafal sangatlah mudah mengukurnya, tetapi coba ukurlah sudah sesabar apa kita menghadapi cobaan hidup???? Sudah sebaik apa lisan kita untuk tidak menyakiti orang??? Sudah setangguh apa mental kita dihadapkan dengan kesulitan??? Sudah sesiap apa kita untuk bisa dikritik orang lain???...sulit bukan mengukurnya?…kalau kita jujur pada diri sendiri.

Dalam psikometrika, perlu waktu yang sangat panjang untuk memiliki alat ukur yang tepat, akurat ajeg (reliabel dan valid) sehingga dapat mengukur seberapa baik kinerja seseorang, seberapa tinggi motivasi seseorang, mengukur seberapa komit seseorang dengan organisasi…. tapi sebenarnya jauh lebih sulit jika alat ukur itu digunakan diri kita sendiri. Mengukur, menilai orang lain sangatlah mudah walaupun beberapa teori menyebutkan harus menempuh alur dan prosedur yang panjang untuk mengembangkan instrumennya, tetapi lebih sukar jika dibandingkan kita sendiri yang harus mengukur dan menilai diri.

Seperti halnya penonton bola, jauh lebih ‘pandai’jika dibandingkan pemainnya (maksudnya lebih pandai dalam berkomentar he…he…), kita mukmin bukanlah penonton bola tetapi kita semua adalah pemain yang menghantarkan ‘bola’ risalah sampai pada goal.

Maka teruslah berlatih…………….Berlatih menempa ruhani agar lebih siap menghadapi tantangan baru, menciptakan atraksi-atraksi baru bukan tantangan dan atraksi-atraksi lama yang dari tahun ke tahun itu-itu saja…

Jadilah para pemain bola yang handal dan tangguh tidak mudah menyerah untuk terus berlari…berlari..mengejar bola di lapangan sebenarnya…dan meng-up grade diri di bulan ramadhan untuk tampil lebih prima di lapangan yang sebenarnya…yang lebih menantang




Wallahua'alam bishowab
Penulis : Rina M. Taufik

3 Comments:

At 8:11 AM, Blogger mardee said...

Subhanallah...
hal sederhana yg mungkin banyak orang lupakan.Setelah kita banyak berlatih di bulan Ramadhan ini, semoga kita bisa menjadi manusia yg bener-bener bertaqwa. Amien...

 
At 3:54 PM, Blogger Soni said...

Seringkali suka lupa kalau sudah berlatih karena pelatihan tidak diteruskan. Kadang anak memang membuat keajaiban cara berpikir, dengan cara yang paling sederhana. kita orang tua harus lebih bertafakur untuk merenunginya.

 
At 4:43 PM, Blogger GOLD FOR MONEY VALUES said...

Selamat ramadhan ya bu semoga sukses selalu.
dari UMDI SEMARANG

 

Post a Comment

<< Home